Widget HTML Atas

Lak-lak


Jajanan tradisional khas Bali yang sering dijual di pasar tradisional atau pasar senggol di Bali salah satunya adalah jaje laklak. Mirip dengan serabi di Jawa namun  jaje laklak memiliki perbedaan bahan dan topping. Bahan untuk pembuatan jaje laklak adalah tepung beras yang dicampur air dan pewarna alami seperti daun suji. Kue ini disajikan dengan gula merah yang dicairkan atau yang sering disebut kinca dan taburan kelapa parut. Dalam buku "Jajanan Khas Pulau Dewata - Kue Tradisional BALI" (2013) karya Ayu Rini yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, memperlihatkan cara membuat jaje laklak. Berikut cara membuat jaje laklak:

Resep Laklak

Bahan jaje laklak:
500 gram tepung beras
50 gram tepung ketan
Air daun suji secukupnya
Gram secukupnya
Kelapa parut

Bahan kinca (kuah gula merah)
400 gram gula merah, sisir
350 ml air
3 lembar daun pandan

Cara membuat jaje laklak:
  1. Campur tepung beras dan tepung ketan. Seduh tepung dengan sedikit air panas. Biarkan hingga suam-suam kuku, lalu tambahkan garam.
  2. Uleni tepung sambil dituangi air daun suji sedikit demi sedikit hingga menjadi adonan kental seperti membuat adonan pisang goreng.
  3. Panaskan cetakan kue carabikang dari tanah liat. Bisa juga pakai snackmaker atau teflon anti lengket jika keduanya tak ada. Beri kulit kelapa, kemudian biarkan hingga kulit kelapa menjadi hangus. Singkirkan kulit kelapa tersebut.
  4. Tuangkan satu sendok sayur adonan ke dalam cetakan lalu tutup cetakan. Bakar atau pakai api kompor kecil sampai permukaan kue berlubang-lubang dan matang.
  5. Cungkil kue dan keluarkan dari cetakan. Tata jaje laklak di atas piring saji. Lalu taburi dengan kelapa parut dan sirami dengan kinca yang sudah jadi. 
BACA SELENGKAPNYA Mari kita lestarikan jajanan tradisional ini yaaa, kalau perlu kita perkenalkan ke luar daerah supaya semakin banyak yang tau kalau Buleleng tidak hanya kaya akan budaya dan tradisinya, tapi kaya juga akan kulinernya. 

Tidak ada komentar untuk "Lak-lak"