Widget HTML Atas

Mantap! Kominfo Targetkan Ribuan Menara Internet di 2024, Sebut Indonesia jadi Rebutan Perusahaan Satelit Global

 


Dari semua Menteri kabinet Indonesia maju, rupanya kominfo Johnny G Plate paling tanggap isu reformasi industry 4.0. berkali-kali dirinya menekankan pentingnya keberadaan satelit satria hingga memberikan beasiswa talenta digital kepada masyarakat. Dengan populasi penduduk terbanyak keempat di dunia, wajar saja jika Indonesia perlu merajai dunia maya dan memberi manfaat besar bagi masyarakatnya.

Inilah kenapa Menteri Kominfo, Johnny G Plate mengatakan bahwa kementriannya bakal melakukan upaya percepatan internet. Caranya dengan membangun infrastruktur digital dari hulu hingga hilir, mulai dari backbone, middle mile hingga last mile. Kominfo akan gencar membangun Menara Base Transceiver Station (BTS), Palapa Ring, hingga Satelit Satria I tahun ini. Semua infrastruktur digital di seluruh lapisan ini targetnya selelsai pada 2024.

Johnny Plate juga menambahkan bahwa percepatan ini untuk mendorong migrasi aktivitas masyarakat. Terlebih, dengan munculnya pandemic Covid-19 di mana diperlukan akselerasi pembangunan di semua lapisan. Pada lapisan backbone, kementriannya telah menggelar jaringan fiber optik. Sudah ada 359 ribu kilometer lebih jaringan fiber optik baik di darat dan laut Indonesia.

Selain itu, komitmen pemerintah Jokowi lewat kominfo adalah pembangunan Palapa Ring sepanjang 12.300 kilometer. Juga ditambah ekstensi Palapa Ring 12.083 kilometer di darat dan laut pada tahun ini. Selanjutnya, seperti disampaikan Johnny Plate akhir tahun lalu bahwa gelaran fiber optik juga memungkinkan utilisasi infrstruktur tulang punggung nasional hingga menjadi baik.
Dari total keseluruhan fiber optik 12.3999 kilometer yang akan dibangun tahun depan, akan melengkapi hamper 370 ribu kilometer fiber optik yang diperkirakan lebih dari Sembilan kali lingkaran bumi.  Di lapisan middle mile, Kominfo membangun infrstruktur microwave link, fiberlink, dan satelit. Pengembangan Satelit Satria I telah dilakukan kominfo lewat Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI).

Sesuai pengakuan Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latif, sejauh ini proyek Satelit Satria I berjalan sesuai target dengan target mengorbit di tahun 2023. Satelit Satria I sendiri dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dengan konsorsium pasifik Satelit Nusantara sebagai pemenang tender. Konstruksi satelit multifungsi akan dieksekusi setelah penandatanganan perjanjian pendahuluan atau premilinary working agreement yang dilakukan Badan Usaha Pelaksana, Satelit Nusantara Tiga, bagian dari Konsorsium dan pabrikan satelit Thales Alenia Space.

Terkahir, pada lapisan last mile, kementrian kominfo akan gencar membangun BTS di 12.548 titik yang belum mendapatkan akses internet alias blankspot. Keseluruhannya akan bisa mengakses layanan 4G di tahun ini. Sedang tahun lalu, kominfo telah menyelesaikan 1.200 titik yang artinya 60% dari target. Di samping itu, untuk 3.435 desa dan kelurahan di luar non-3T yang belum terakses 4G, akan menjadi tanggungan operator seluler seperti Telkomsel, XL, dan Indosat.

Dengan potensi dan target yang ditetapkan, tak heran jika Johnny G Plate menyebut bahwa pasar Indonesia tengah menjadi rebutan beberapa perusahaan global. Ini lantaran Indonesia butuk satelit berkapasitas 1 terabyte hingga 2030. Sedang saat ini Indonesia baru memiliki Sembilan satelit dengan rincian, lima satelit nasional dan empat asing.

Johnny menambahkan bahwa dari Sembilan satelit itu, kapasitas yang dihasilkan baru 50 Gigabyte, artinya jauh dari target yang dharapkan, yakni 1 terabyte. Beberapa perusahaan satelit global mulai melirik pasar tanah air untuk mencukupi kekurangan tersebut. Anak usaha SpaceX, Starlink disebut sudah melakukan pendekatan regulasi dengan Johnny G Plate. Sebelumnya Thales Alenia Spaces asal Perancis membantu memfasilitasi Satelit Satria I dnegan kapasitas 150 GB.

Anang Latif menyebut bahwa kominfo telah menggelar penjajakan berupa market sounding untuk menginformasikan rencana proyek dan mendapatkan masukan dari calon investor. Tahun 2022 ini Kominfo akan menggelar lelang untuk proyek Satelit Satria II dan III.

BACA SELENGKAPNYA Semoga saja target-target pemerintah yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan internet bisa cepat terealisasi dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Jangan sampai ada pandemi dulu, baru bergerak menyusun skenario percepatan internet. Dengan potensi pengguna internet yang besar, sudah sewajarnya Indonesia melahirkan ratusan unicorn seperti di China. Tentunya itu semua bisa tercapai jika fasilitas internet tersedia secara maksimal.


Tidak ada komentar untuk "Mantap! Kominfo Targetkan Ribuan Menara Internet di 2024, Sebut Indonesia jadi Rebutan Perusahaan Satelit Global"