Widget HTML Atas

Bandeng Tanpa Duri (Tandu)


Kendal- Ikan Bandeng merupakan jenis ikan yang diminati oleh banyak orang, selain tekstur dagingnya yang lembut dan gurih, juga memiliki kandungan kaya akan gizi, sehingga banyak masyarakat yang membuat olahan dari ikan tersebut.

Salah satunya adalah Ibu Diah Permatasari warga Desa Jambiarum, Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal yang telah membuat berbagai macam oalahan ikan Bandeng, seperti Bandeng Presto, Bandeng Cabut Duri Steam, Bandeng Cabut Duri Sarni, Bandeng Krispi, Bandeng Abon, Bandeng Petis, Lumpia Bandeng, Steak Bandeng dan masih banyak lagi olahan lainnya.

Diah Permatasari mengatakan, menggeluti usaha olahan bandeng sudah belasan tahun lamanya. "Sampai saat ini sudah 12 tahun saya menggeluti usaha olahan ikan bandeng. Berawal dari melimpahnya hasil panen dari para petani tambak ikan bandeng di wilayah Kabupaten Kendal, namun hanya dijual kepada para tengkulak dari luar kota, sehingga saya berkeinginan untuk menggali potensi, dengan membuka usaha olahan bandeng," ujarnya, Minggu (29/11/2020).

Selanjutnya, ia membuat proposal yang ditujukan kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal untuk meminta pelatihan membuat olahan Bandeng Cabut Duri, dan proposal tersebut direspon dengan baik oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal. "Tibalah saatnya seperti gayung bersambut, karena pada waktu itu permintaan saya langsung direspon dengan baik, dan TP PKK menggelar pelatihan terkait dengan olahan ikan bandeng cabut duri, sehingga saya dapat membuat berbagai olahan ikan bandeng, dan memulai usaha dengan memproduksi oalahan ikan Bandeng Cabut Duri dari Kabupaten Kendal," ungkapnya.

"Syukur alhamdulillah usaha saya berjalan dengan lancar, dan pada tahun 2011 mendapatkan penghargaan Partisara sebagai pemenang utama dari Kementerian Koperasi dan UKM, tahun 2013 meraih juara I Gempita Regional Provinsi Jawa Tengah dengan kategori inovasi dan olahan, dan juara III Gempita Nasional kategori Inovasi olahan tulang bandeng yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia," tambah Diah Permatasari.

Selain itu, dirinya mengaku bayak mengikuti pameran Agro terkait dengan olahan ikan bandeng, salah satunya mengikuti pameran di kota surabaya, yang mana pada waktu itu perwakilan dari masing-masing kabupaten/kota diminta oleh ceff terkenal, yaitu Bapak Bondan dan beberapa ceff lainnya dari luar negeri untuk memasak ikan bandeng, al hasil dirinya mendapat pujian dari perwakilan juri. "Saya merasa bangga, karena medapat pujian dari ceff terkenal, yang mengatakan ikan bandeng Kabupaten Kendal lebih manis dan tidak berbau tanah. Dari situlah saya mengetahui, mengapa banyak tengkulak dari kabupaten/kota lain mengutamakan membeli bandeng di Kabupaten Kendal," terang Diah pemilik tokoh oleh-oleh Bandeng Kendal tersebut.

Sampai saat ini dirinya selalu konsisten untuk terus menggunakan produk lokal bandeng Kendal, yang sudah diketahui kelebihannya. "Bandeng Kendal itu istimewa, tidak berbau tanah dan pastinya lebih manis dibandingkan dengan bandeng dari kabupaten/kota lainnya," ungkap Diah.

Kini Diah Permatasari sudah memiliki 2 toko oleh - oleh Ikan Bandeng, yang beralamat di Jalan Pantura Kelurahan Ketapang, dan di rest area KM 389 tol Batang-Semarang yang diberi Brand oleh-oleh Bandeng Kendal.

Ia mengaku, untuk omset per minggu menghabiskan 80-100 Kg ikan bandeng, namun di hari-hari besar dapat mencapai 4 Kuintal lebih per minggu. "Omset kurang lebih 100 Kg per minggunya, tapi menjelang hari-hari besar omset bisa melonjak menjadi 4-5 Kuintal per minggu, karena banyak permintaan dan mencari oleh-oleh bandeng cabut duri, terlebih olahan bandeng steam. Sedangkan untuk harga bandeng cabut duri, mulai Rp 20 ribu hingga 50 ribu per boknya," kata Diah.

BACA SELENGKAPNYA Terkahir Diah Permatasari menyampaikan, bagi masyarakat Kabupaten Kendal dan sekitarnya, yang ingin mencari oleh-oleh Bandeng Cabut Duri dan lainnya bisa langsung datang ke tempat oleh-oleh Bandeng Kendal yang beralamat di Jalan Pantura Kelurahan Ketapang.


 

Tidak ada komentar untuk "Bandeng Tanpa Duri (Tandu)"