Widget HTML Atas

Kopi Tempur

 


Desa Tempur di Kabupaten Jepara dikenal sebagai penghasil kopi berkualitas. Daerah yang berlokasi di kawasan lereng Gunung Muria ini mampu menghasilkan 700 ton kopi per tahun.   Berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut (mdpl), Desa Tempur dikenal sebagai penghasil kopi jenis Robusta dan Arabika. Tidak hanya menjual kopi mentah, sebagian warga di desa ini telah mengolahnya menjadi kopi bubuk, sehingga menambah nilai jual

“Dalam memproduksi kopi bubuk, saya menggunakan mesin penggorengan. Sebab lebih efektif dengan hasil kematangan kopi yang tepat dan tidak menyita waktu,” kata Khusnul Ulum (25), salah satu produsen kopi di Desa Tempur, Rabu (24/11/2021).  Kualitas rasa kopi dari Desa Tempur telah diakui masyarakat luas. Hal ini terbukti dengan tingginya permintaan dari lokal maupun luar Jawa. Seiring meningkatnya permintaan, sekitar 30 warga kini telah memproduksi kopi sendiri. 

BACA SELENGKAPNYA “Kopi Tempur menjadi potensi penopang ekonomi warga. Kopi kering yang dihasilkan dari Desa Tempur mencapai 500-700 ton per tahun, sehingga sebagian warga menjadi produsen,” kata Bupati Jepara, Dian Kristiandi.  Sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19, pemasaran Kopi Tempur kini mulai menggeliat. Pemkab Jepara terus mendorong agar masyarakat Desa Tempur berinovasi. Dengan demikian, Kopi Tempur dapat diterima di pasar dunia. 


Tidak ada komentar untuk "Kopi Tempur"