Widget HTML Atas

Sego Gudangan


Namanya mungkin tidak setenar Sego Liwet, Sego Gudeg, Sego Kucing, dan lainnya. Namun makanan nusantara satu ini tak kalah menggugah selera. Yup, inilah Sego Gudang yang menjadi salah satu kuliner warisan masyarakat Klaten, Jawa Tengah.

Bagi yang masih asing dengan makanan satu ini, mari mengenalnya lebih jauh!

Racikan Sego Gudang tak akan sulit dicari di Klaten. Hampir sepanjang jalan di berbagai sudut Kota berslogan Klaten Bersinar ini ditemukan penjual Sego Gudang.

Kuliner ini terdiri dari aneka sayuran yang direbus setengah matang dan diberi bumbu parutan kelapa serta taburan bubuk kedelai goreng. Aneka sayuran yang dimaksud terdiri dari daun pepaya, daun bayung, daun bentis, kemangi, wortel, kobis, tauge, kacang panjang, atau bisa juga ditambah nangka muda.

Rasa bawang putih, sedikit kencur, dan gula mendominasi bumbu di makanan ini. Menjadi semakin nikmat ketika seporsi Sego Gudang disajikan dengan cara dibungkus daun pisang atau daun jati. Anda juga bisa menambahkan lauk pauk seperti kerupuk nasi dan tempe kemul.

Untuk mendapatkan seporsi Sego Gudang, hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp3.000. Harga yang sangat murah untuk menu kuliner tak tertandingi kelezatannya.

Anda bisa pesan makanan ini untuk dibawa pulang atau makan di tempat sambil menikmati kesejukan udara Klaten, dimana di beberapa sudut kota langsung memandang kemegahan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Sepintas Sego Gudang nampak seperti uraban, trancam, atau makanan sejenisnya. Meski terlihat serupa, tapi ketiganya memiliki perbedaan cukup signifikan.

Uraban atau urap terdiri dari berbagai sayuran rebus seperti daun ketela pohon, kacang panjang, kobis, dan campuran tauge. Rebusan sayuran tersebut lantas diberi bumbu kelapa parut yang telah dikukus bersama bumbu halus bawang putih, sedikit cabai, asam jawa, kencur, garam, dan gula jawa.

Pada olahan trancam, sayuran yang disajikan dengan parutan kelapa tidak perlu direbus sama sekali. Sementara pada menu Sego Gudang, pilihan sayuran yang direbus lebih bervariasi dibandingkan dengan urap atau trancam. Bisa dijamin, menu sederhana ini dapat mengenyangkan perut dan memanjakan lidah karena rasanya khas.

Selain menjadi simbol kesederhanaan masyarakat Jawa, Sego Gudang memiliki cita rasa khas yang diwariskan secara turun-temurun. Tak hanya dijajakan untuk santapan sehari-hari, Sego Gudang disuguhkan dalam acara-acara bersifat tradisi, seperti tradisi bancakan weton (hari lahir), brokohan (setelah melahirkan), munggah kap (menaikkan atap saat membangun rumah), atau berbagai acara syukuran lainnya.

Saat acara syukuran, Sego Gudang biasanya disajikan dalam sebuah wadah besar lengkap dengan lauk pauk dan pelengkapnya. Semua tertata sedemikian rupa.

BACA SELENGKAPNYA Tradisi yang terjaga dengan baik menjadikan Sego Gudang sebagai menu yang ikut bertahan dalam kearifan lokal masyarakat setempat. Sebuah simbol kesederhaan menu jaman dulu yang tak tergerus jaman. Bahkan Sego Gudang menjadi salah satu menu nusantara pilihan berbagai kalangan. Buat yang penasaran, mari berwisata ke Kota Klaten.


 

Tidak ada komentar untuk "Sego Gudangan"