Widget HTML Atas

Sop Empal

 


Berkunjung ke berbagai tempat wisata sekitar Muntilan, Jawa Tengah belum lengkap tanpa mencicipi kulinernya.

Dari sekian kuliner yang ada, Spesial Sop Empal Bu Haryoko adalah salah satu kuliner yang menarik perhatian para wisatawan.

Warung makan yang berlokasi di Jalan Veteran No.9, Sayangan, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah itu merupakan salah satu warung makan legendaris.

Berdiri sejak 1940, Spesial Sop Empal Bu Haryoko, menurut para pengunjung rasanya tak pernah berubah hingga kini.

Daging empal yang memiliki tekstur empuk dan sambalnya yang khas, disajikan secara terpisah dengan semangkuk sop.

Satu mangkuk sop yang memiliki rasa gurih ini berisi bihun, sayur kol, sambal, dan taburan bawang goreng yang langsung dicampur dengan satu porsi nasi.

Sop dengan Isian yang Sederhana

Seperti yang kita ketahui, sop biasanya diracik lengkap, lebih dari sekadar sayur kol dan bihun.

Namun, hanya dengan isian sop yang sederhana, justru yang membuat para pembeli mengenang kelezatan Sop Empal Muntilan Bu Haryoko, di samping dagingnya dimasak dan dibumbui secara totalitas.

Empuk dan freshnya daging, selalu menjadi kesan pertama yang dirasakan pembeli, terutama untuk mereka yang baru pertama kali mencobanya.

Daging sapi dipesan langsung dari supplier daging khusus yang menjadi tempat pemotongan sapi di daerah Magelang.

Cita rasa yang konsisten itu sengaja dipertahankan oleh pemiliknya saat ini, Pujaningsih Riyati.

Dikatakan olehnya, Sop Empal Bu Haryoko kini sudah dikelola oleh generasi ketiga. Resep yang digunakan merupakan resep turunan.

Singkat sejarah, Spesial Sop Empal Bu Haryoko didirikan oleh Mbah Karto, yang merupakan nenek dari Ny. Haryoko.

Usaha kuliner ini kemudian diteruskan oleh generasi keduanya yaitu Ny. Ngalim. Baru kemudian dilanjutkan oleh Yati.

Sebagaimana para pendahulunya, daging direbus hingga matang bersama bumbu-bumbunya.

Sebagian kuah rebusan kemudian disisihkan untuk dibuat sebagai kuah sop, yang dimasak bersama bumbu sederhana seperti bawang putih, bawang merah, garam, gula Jawa, dan lada.

Dimasak secara Tradisional

Proses memasaknya sengaja memakan waktu lama, yakni sepuluh jam, supaya bumbu-bumbunya bisa meresap.

Peralatan memasaknya pun masih menggunakan alat-alat sederhana, seperti tungku dan menggunakan bahan bakar arang.

Dengan cita rasa yang konsisten dan proses pembuatannya yang masih tradisional, membuat Sop Empal Muntilan Bu Haryoko ini semakin kental akan julukannya sebagai kuliner legendaris Muntilan.

Meskipun warung Sop Empal Muntilan Bu Haryoko minimalis, tempat ini tertata rapi dan bersih.

Warung makan hampir setiap hari ramai dikunjungi pembeli. Sebagian di antaranya adalah para pembeli yang sebelumnya sudah pernah menikmati Sop Empal Bu Haryoko, lalu kembali datang untuk menyantap. Sekitar 300 porsi sop empal ludes terjual dalam sehari.

Untuk menikmati kuliner yang lezat nan legendaris ini, pembeli hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp25.000 saja, untuk satu porsi sop empal beserta nasi dan minumannya.

Selain murah harganya, Sop Empal Muntilan Bu Haryoko juga berada di lokasi yang strategis dan tidak memiliki cabang di mana pun.

Warung makan ini berada di pinggir jalan, tidak jauh dari jalan utama Jogja-Magelan, tepatnya berada di belakang Klenteng Hok An Kiong.

Namun, tempat parkir sangat terbatas, kendaraan hanya bisa parkir di pinggir jalan.

Beruntungnya jalan depan warung tidak begitu ramai, tetapi pembeli tetap harus berhati-hati memarkirkan mobil, karena jalan tersebut kerap dilalui truk pasir.

Pembeli bisa berkunjung ke sini, di antara jam 06.00-15.00 WIB. Spesial Sop Empal Muntilan Bu Haryoko bisa menjadi rekomendasi sarapan pagi dan siang setelah berkunjung ke Candi Borobudur dan tempat wisata sekitar Muntilan lainnya.

BACA SELENGKAPNYA Disarankan bagi pembeli untuk menyediakan banyak waktu jika ingin menikmati Sop Empal Muntilan Bu Haryoko ini, misalnya berkunjung saat hari libur. Pasalnya, hampir setiap hari ramai dan harus menunggu beberapa menit sampai makanan datang


Tidak ada komentar untuk "Sop Empal"