Widget HTML Atas

Tokoh Adat Toraja Tak Masalah Muslim Ritual Rambu Solo: Menjaga Kebersamaan



Tana Toraja - Tokoh adat Toraja angkat bicara soal kontroversi Rambu Solo yang pertama kali digelar warga muslim di Kelurahan Tangko, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Rambu Solo yang digelar warga muslim Toraja dinilai tidak perlu dipermasalahkan karena sifatnya menjaga kebersamaan.

"Hal tersebut tidak salah, karena warga muslim Toraja tetap menjaga etika sosial dan kebersamaan dalam masyarakat adat Toraja. Sepanjang tidak melanggar aturan dalam agama Islam. Kalau melanggar aturan agama yang dianut, jangan dilakukan," kata salah seorang tokoh adat Toraja Marselinus Dua Lembang


Tokoh adat yang akrab disapa Lembang PongQinaya ini menuturkan ritual Rambu Solo untuk masyarakat Toraja beragama muslim udah dilaksanakan sejak dahulu. Namun pelaksanaannya tetap berlandaskan ajaran agama Islam yang dianut.


"Tentu dengan menomor satukan aturan dalam agama yang dianut. Contoh Rambu Solo untuk muslim, pasti tidak menggunakan babi tetapi diganti dengan sapi, kerbau atau kambing," jelasnya.


Marselinus mengungkapkan, pada dasarnya adat Toraja terbuka bagi semua agama. Pasalnya kata dia, kini praktik adat Toraja didasarkan pada agama masing-masing. Misalnya dalam ritual kedukaan maupun syukuran.


"Pada zaman dulu, adat Toraja semuanya berdasar pada Aluk Todolo sebagai satu-satunya kepercayaan masyarakat Toraja. Ada prinsip kita 'Aluk Sipori Kale, Ada' Sipori Padang', artinya agama adalah hal yang bersifat pribadi dan adat mengatur hubungan sosial kemasyarakatan dalam satu wilayah adat," jelasnya.


Kendati demikian, jika ada agama yang melarang untuk melaksanakan ritual Rambu Solo atau adat Toraja lainnya, dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut.


"Kalau ada juga agama yang melarang sama sekali untuk melaksanakan ritus-ritus Rambu Solo, itu bukan suatu masalah dalam masyarakat Toraja," tutupnya.


Warga muslim Toraja yang menggelar Rambu Solo untuk pertama kali diketahui mendapat kecaman Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tana Toraja. Juga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tana Toraja juga ikut melarang karena ritual ini dinilai menyimpang dari ajaran Islam karena mengarah ke syirik.


BACA SELENGKAPNYA "Iya. Sudah (kita larang). Ada patung (di acara) berarti sudah mengarah ke syirik," ungkap Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Tana Toraja Ahmad Toago



1 komentar untuk "Tokoh Adat Toraja Tak Masalah Muslim Ritual Rambu Solo: Menjaga Kebersamaan"

Posting Komentar