Widget HTML Atas

28 Kerbau Positif PMK, Pemkab Tator Dilema Ganti Rugi gegara Harganya Mahal

Tana Toraja - Sebanyak 28 kerbau di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel) terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kaki (PMK). Pemkab Tator pun mengaku dilema untuk melakukan pemusnahan dan ganti rugi hewan PMK gegara 3 kerbau yang positif itu harganya bernilai ratusan juta rupiah.
"Terkonfirmasi sudah 28 ekor kerbau PMK di Tana Toraja. Gejalanya semua ada pembusukan di bagian kuku dan mulut," kata kepala dinas Pertanian dan Peternakan Tana Toraja Adelheid Sosang kepada detikSulsel, Senin (11/7/2022).

Temuan itu berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Besar Besar Veteriner (BBVet) Maros. Adelheid menjelaskan 28 kerbau positif PMK berdasarkan pengembangan hasil pemeriksaan dari 18 suspek PMK yang ditemukan sebelumnya.

"Nah kemarin kan diadakan pemeriksaan 18 kerbau kita kirim sampelnya di (BBVet) Maros. Tapi setelah kita tracking lagi ada beberapa kerbau memiliki gejala yang sama. Makanya dari hasil sampel yang kita kirim, kita berkesimpulan yang sama gejalanya ini juga PMK. Jadi ada 28 sekarang," ungkapnya.

Kerbau positif PMK itu tersebar di Kecamatan Makale 21 ekor, Kecamatan Mengkendek 2 ekor, Kecamatan Rembon 2 ekor, Kecamatan Rantetayo 2 ekor dan Kecamatan Sangalla, terdapat 1 ekor terkonfirmasi PMK.

Adelheid melanjutkan, pihaknya pun dilema memusnahkan kerbau positif PMK. Pasalnya ada tiga kerbau di antaranya kerbau jenis Saleko atau belang memiliki harga ratusan juta rupiah.

"Kami dilema juga ini, karena kalau harga kerbau di Toraja ini kan sangat tinggi," ucapnya.

Pasalnya biaya kompensasi atau ganti rugi pemusnahan yang disiapkan maksimal Rp 10 juta untuk satu ekor hewan ternak yang terkonfirmasi positif PMK.

"Apalagi jenis kerbau belang (yang positif PMK), wah itu ratusan juta harganya. Jadi ada 3 kerbau belang kita temukan terkonfirmasi PMK," ungkapnya.

Merujuk aturan Menteri Peternakan RI kata Adelheid, hewan ternak yang positif PMK seharusnya dimusnahkan atau dipotong. Agar virus PMK tidak menyebar ke hewan ternak lainnya.

"Aturannya harus dimusnahkan. Tapi kan kondisi di Toraja tidak sama dengan daerah lain. Kita masih berusaha mengadakan pendekatan persuasif kepada peternak, sambil kita pantau perkembangannya, karena menurut dokter hewan PMK bisa sembuh jika sudah 6 bulan," urai Adelheid.

Pihaknya pun kini sudah menetapkan kebijakan lockdown ternak yang masuk ke Tana Toraja dengan melakukan penjagaan di perbatasan bersama TNI Polri. Pihaknya mengaku tengah menyiapkan rencana vaksinasi PMK.

BACA SELENGKAPNYA "Kemarin ada ternak dari Toraja Utara mau masuk, kami tolak jadi dikembalikan. Jadi untuk sementara kami lockdown dulu. Dalam waktu dekat juga kita akan melakukan vaksinasi PMK hewan ternak, kami sudah meminta vaksinnya di pusat," sebut Adelheid.


Tidak ada komentar untuk "28 Kerbau Positif PMK, Pemkab Tator Dilema Ganti Rugi gegara Harganya Mahal"